Posts tagged nikah
Interview “Kenapa Belum Nikah?”
Sep 14th, 2008
Sebagai orang lapangan, akrab dengan semua pekerja adalah keharusan. Kenapa harus? Let say, total pekerja dibawah koordinasi gw ada sekitar 20-an orang. Kerjaan mereka naik turun gunung, buka jalan di hutan, ngangkut-ngangkut mesin bor segede gaban, dan berbagai pekerjaan buruh lainnya. Kemana-mana bawa parang. Ribut ama mereka? Cari mati!
Salah satu upaya untuk mengakrabkan diri adalah dengan cara ngobrol santai. Di suatu kesempatan, gw terlibat obrolan ngalor ngidul dengan Opik, seorang pekerja asal Bugis, sambil ngopi dan ngerokok di pinggir pantai. Romantis? *Kenapa Opik???? Kenapa bukan Luna Maya??? Arrrrgggghhhhh*
Ngelantur Tentang Calon Istri
Jul 26th, 2008
Mencari istri, beda dengan nyari makan. Kalo laper, kapanpun kita bisa segera keluar rumah, cari tukang nasi goreng, martabak, atau roti bakar. Kalopun gak ada, masih banyak toko 24 jam kayak Circle K yang menyediakan roti ataupun cemilan2 lainnya. Nyari istri? Yang jelas gak mungkin ditemuin di Circle K atau di rak-rak barang pecah belah di Carrefour.
Gw, secara jujur, belum berniat nyari istri. Bukan berarti gw homo atau frigid, tapi emang belum ngerasa butuh aja. Kadang, pikiran untuk nikah ada sih, apalagi adek gw udah sukses mempersembahkan cucu buat bokap-nyokap. Tapi, ya itu… Selain masih luntang lantung, rasanya nemuin istri yang cocok lahir batin tuh susah banget.
Namanya “Mila” Dari Albania
Mar 22nd, 2008
(taken from my old blog)
Tanpa diduga, sobat cyber gw dari Albania (sebuah negara kecil di Balkan - Eropa), berkunjung ke Indonesia. Namanya Mila. Penampilan fisiknya tipikal bule semenanjung balkan, yang meskipun berpenampilan bule seperti ras caucasoid pada umumnya, tetapi ada sedikit arabian-look. Mila sangat cantik dengan kulit putih dan rambut pirang kecoklatannya. Seperti umumnya orang Albania, gadis dengan tinggi badan sekitar 170 cm ini adalah seorang muslimah. Meskipun, seperti umumnya muslimah di negara ex-komunis, bisa dibilang dia hanya shalat sekali-kali dan gak bisa baca qur’an sama sekali. Pekerjaannya sebagai pengacara, membuat muka cantiknya terlihat sangat cerdas.
Selama beberapa minggu di Indonesia, gw dan Mila berusaha untuk saling mengenal. Mila ternyata suka main basket, gak bisa nyanyi (setidaknya pas karaokean di Inulvista, suaranya fals banget), dan gak suka asep rokok. Dia melihara kucing, dan seneng banget pas tau kalo gw dan nyokap gw adalah penyayang kucing juga. Bareng bokap, nyokap, dan adek perempuannya, mereka gw ajak keliling Bandung dan beramah-tamah dengan seluruh keluarga gw. Bokap dia dan bokap gw yang sama-sama “kurang fasih berbahasa Inggris”, sering terlibat pembicaraan ala tarzan.
Singkat cerita, keluarga kami sepakat untuk menikahkan Mila dan gw. Akad nikah diadakan di Bandung, sementara resepsi diadakan 2 kali, yaitu sekali di Bandung, dan minggu depannya di kampung halamannya, Tirana-Albania. Gw gak kuat nahan ketawa pas sobat-sobat gw (Ago, Bnoy, Dino, Heriman, dan Anjas) memandang gak percaya begitu ngeliat si bule cantik ini, yang akan segera menjadi nyonya ichanx. “Make pelet apa lo?????” tanya Bnoy penuh curiga. Ago, dengan muka tidak percayanya, masih sempet memohon, “Dia punya adek cewek? cantik juga? Pliss, kenalin….”.
Besok adalah acara akad nikah. Gw bahagia. Malem itu, sebelum tidur, gw berdoa supaya semua rencana akad nikah, resepsi, dan seterusnya bisa berjalan dengan lancar.
“Teretet.. Teretet…. Teretetetetet…” suara handphone gw yang berirama lagu mars tentara lagi baris-berbaris, ngebangunin gw. Gw langsung semangat menyambut pagi yang akan menjadi hari tak terlupakan dalam sejarah hidup gw. -Geisa, Nenek- nama mbak geisa, temen kantor tertulis di layar handphone. Sambil tiduran gw ngangkat handphone, dan terdengar si nenek nyerocos “Tadi gimana? Nasabah banyak gak? Uang buat ATM udah siap belom? Kalo BCA mo minta duit, suruh ke BNI aja. Kemaren BNI bilang kalo mereka lagi kelebihan duit. Blablabla”. Gw sedikit bingung…. dan…..
DAMN!!!! Semua kisah indah tentang si Albania cantik hanyalah sebuah bunga tidur sore gw hari ini.
p.s. Selanjutnya gw langsung buka internet, dan segera googling nyari nama “Mila” dari Albania. Hahaha.










Most Commented