Sebelumnya, arti judul diatas adalah : Kenapa Gw Nyoblos Hade?

Buat yang seneng ngikutin politik dalam negeri, pasti tau bahwa Jawa Barat baru aja melaksanakan Pilkada yang bertujuan memilih Gubernur beserta Wakilnya. Sebagai warga negara ber-KTP Bandung, gw menggunakan hak pilih gw untuk memilih calon yang paling mendekati ideal untuk memimpin Jawa Barat versi gw.

Total ada 3 calon, yaitu Danny Setiawan – Iwan Sulandjana (Da’i), Agum Gumelar – Nu’man Abdul Hakim (Aman), dan Ahmad Heryawan – Dede Yusuf (Hade). Lalu, kenapa gw milih Hade?

  1. Generasi muda. Ini penting. Negara ini udah bobrok. Orang tua gak mau ngalah dan masih terus ingin berkuasa. Oke lah, mungkin yang tua masih mampu mimpin dan ngasih sesuatu yang positif. Tapi kita harus mikir ke depan. Apa jadinya bangsa ini kalo generasi mudanya selalu dianggap anak kecil? Udah lah, yang tua mbok ya kasih kesempatan ke yang muda gitu… FYI, umur Hade masih di kisaran 40-an sedangkan calon lain berkisar di 60-an.
  2. Relatif bersih, belum dikotori rezim-rezim lama. Gak pernah masuk dalam lingkaran penguasa secara langsung, baik sejak masa orde baru ataupun masa reformasi sekarang ini. Otomatis Hade bisa jadi semacam alat refreshing karena pola pikirnya bener-bener baru dan relatif belum terkontaminasi.
  3. Bukan TNI (aktif ataupun purnawirawan). Masih musim gak sih Jendral jadi pemimpin politik? Iwan dan Agum adalah Jendral. Tentunya mereka punya jiwa kepemimpinan yang bagus. Tapi, jutaan penduduk Jawa Barat adalah masyarakat sipil. SANGAT tidak cocok apabila pola kepemimpinan militer yang OTORITER diterapkan di masyarakat sipil. Cukup…. No more military leader in Indonesia!
  4. Gak haus kekuasaan. Danny adalah Gubernur saat ini. Hasilnya? Silahkan keliling kota-kota di Jawa Barat dan jawab sendiri. Gimana Jawa Barat mo maju kalo gak ada perubahan? Sedangkan Agum? Ya Tuhan…. Dulu jadi Cawapres, trus jadi Cagub Jakarta, Sekarang Cagub Jabar… Apa-apaan ini?
  5. Parpol di belakang layar. Well, PKS dan PAN menurut gw adalah partai yang “relatif bersih” di banding partai pengusung calon lain. Silahkan cek ke KPK, berapa banyak kriminal dari kedua partai itu dibandingin kriminal terbitan partai lain.

Hasil sementara HADE unggul tipis dari AMAN. DAI udah bisa dibilang dan mengaku “kalah”. Sayangnya, kok begitu banyak orang (terutama yang merah-merah itu loh) yang gak bisa berjiwa besar nerima kekalahan? Mereka bilang Quick Count oleh LSM2 adalah bagian dari rencana Hade untuk mengaruhin psikologis orang lain… Mereka bilang ada penggelembungan suara… Politik uang…. Bahkan ada tokoh besar yang bilang Arabisasi, dll. Masya Allah. Fitnah teh dosana ageung pisan kang!!!!

Gw bukan orang religius. Gw bandel, mantan anak punk, perokok berat, masih sering bikin dosa, pake anting di telinga, pokoknya ibarat minuman gw adalah juice yang terdiri dari campuran sifat dan perbuatan jahat. Tapi gw punya otak. Gw punya nurani. Dan gw cinta Jawa Barat. Maju terus HADE!!!!!

Related posts:

  1. Fenomena Artis di Politik
  2. Poster Pemilu : Siapakah Mariana Deden?
  3. Namanya Lumajang
  4. Ini Bulan November