Udah lama banget gw gak blogwalking. Kemaren iseng blogwalking. Dalam arti sesungguhnya, bukan sekedar baca google reader. Ada fenomena menarik, ketika gw menemukan kenyataan bahwa banyak blogger secara berjamaah bikin postingan tentang Earth Hour di tanggal 27 maret ini. Hampir semua blog yang nulis tentang itu gw tutup dengan segera, tanpa meninggalkan komen (kecuali beberapa temen deket, dan gw pun ninggalin komen lebih ke sapaan dan becandaan, bukan ngomenin tulisannya). Kenapa?

Oke… Sebelumnya, sebelum postingan ini menjadi ilmiah dan tidak menarik, mari kita buka dulu situs ini….

Sudah? Nah… Situs itu tidak berhubungan dengan postingan ini. Segeralah tutup, karena situs itu mengumbar aurat dan sangat condong pada perbuatan dosa. *awwwwwww…. dikeplak berjamaah* =))

Kembali ke topik. Sebagai mantan geologist (meskipun tidak berbakat), gw masih satu gerbong dengan beberapa geologist (in fact, banyak ilmuwan dari ilmu-ilmu yang berkaitan juga) di muka bumi ini yang mencibir dogma “Global Warming“. Global Warming adalah fakta. Begitu pula Global Cooling (Baru denger ya?). Tapi masalahnya adalah, ketika kita secara tidak sengaja ter-brainwash bahwa Global Warming disebabkan oleh perbuatan manusia yang banyak melepaskan CO2 ke udara, maka gw selalu gregetan. Gatel-gatel gituh. Dibilang panu, bukan. Alhamdulilah gw masih sering mandi, jadi terhindar dari penyakit kulit memalukan itu. Gw gatel karena… Karena apa ya? Silahkan cek situs ini.

Sudah? Selamat! Anda tertipu untuk kedua kalinya! *ditangkep, dicelupin minyak tanah, dan selanjutnya dibakar massa*

Intinya gini… Gw setuju dengan penghematan energi. Minyak lah, batubara, gas, dll adalah sumber energi yang ada masa habisnya. Makanya harus hemat. Gw juga setuju dengan usaha-usah mengurangi polusi. Polusi itu bikin udara yang kita hirup menjadi kotor, bikin air tanah tercemar, dll. Gw juga setuju dengan pencegahan penggundulan hutan. Tumbuhan itu ngelepasin O2 untuk kita bernafas. Kalo hutan gundul, dan gak ada pohon dalam jumlah memadai di perkotaan, lalu gimana kita bisa bernafas? Kalo hutan gundul, otomatis risiko banjir, longsor, dll bakal menghantui umat manusia.

Lalu, masalahnya apa?

Ketika kita percaya Global Warming sebagai efek perbuatan manusia, kita secara pribadi bahkan negara Indonesia tercinta ini, menjadi tunduk pada tatanan konspirasi ekonomi-politik global yang mencegah bangsa ini untuk maju. Negara tercinta ini terpaksa meminimalkan kemampuan dan pengembangan industrinya, dengan alasan industri banyak yang menjadi pemicu global warming (Negara maju mah cuek, tetep genjot teruuuus). Negara tercinta ini berusaha mencari pinjaman (malah lebih sering dikasih pinjaman tanpa meminta) negara-negara kaya, termasuk dalam bentuk World Bank or IMF or sebangsanya, untuk melakukan tindakan pencegahan global warming yang sebenernya gak penting. Pinjaman loh ya! Bukan hibah! Akibatnya utang makin gede, sementara kemampuan industri bangsa ini mandek! Penjajahan itu namanya!

Segala sesuatu dihubungkan dengan global warming. Es mencair di kutub karena global warming. Permukaan air laut naek karena global warming. Prediksi pulau-pulau di pasific bakal tenggelam sekian puluh taun lagi karena global warming. Haloooo. Ribuan taun yang lalu nenek moyang orang Indian nyebrang ke benua Amerika itu jalan kaki diatas selat bering, yang masih merupakan daratan (Antara Rusia dan Alaska). Sekarang selat bering tenggelem. Apa jaman itu udah ada industri manusia penghasil CO2 yang bikin permukaan air laut turun? *Masih ribuan fakta sejarah lainnya mengenai naik turunnya muka air laut yang semuanya murni karena proses alam*. Bahkan ada yang bilang bahwa menjadi Vegetarian bisa mengurangi Global Warming. WTF!

Kenapa? Pasti mo bilang begini ya “Lo rasain aja sendiri… Sekarang Jakarta makin panas… Bandung makin panas… Semua kota makin panas… Ini jelas akibat global warming!“. Beuh… Kalo ada orang yang mendukung dogma Global Warming dan ngasih alasan seperti itu, gw makin gregetan. Buka mata doooong. Lo bandingin Bandung sekarang dengan Bandung taun 1980-an? Ya iyalah panasan sekarang. Tahun 1980 penduduk Bandung cuma beberapa ratus ribu orang. Sekarang hampir 3 juta. Pake logika dong. Gini deh…. Lo diem di kamar adem… Trus tiba-tiba masuk temen-temen seabrek-abrek ke kamar lo… Panas gak? Gerah gak? Apa itu karena Global Warming? Gak nyambung! Tanpa Global Warming, kalo semua orang tumplek di satu tempat, ya otomatis jadi panas lah! Arrrgggghhhhh…

Keseimbangan alam Yin dan Yang, dalam hal ini Global Warming akan diikuti oleh Global Cooling terkesan dilupakan. Orang hanya kenal Global Warming tok! Dan orang hanya tau itu akibat perbuatan manusia. Ckckck. Tau gak sih bahwa sejak terciptanya bumi milyaran taun lalu, secara natural bumi ini memang sudah Sunatullah kadang memanas, kadang mendingin, dan begitu seterusnya? Bumi pernah di kondisi yang JAUH lebih panas dari sekarang, dan itu pada saat orang belum pake listrik, belum pake minyak, dll… bahkan sebelum kelahiran manusia pertama. Mencegah Global Warming sama aja dengan mencegah gempa bumi, mencegah gunung meletus, atau menutup lobang semburan lumpur PT Lapindo. Mustahil!

Njrit, makin membosankan tulisan ini.

Pada prinsipnya gw setuju dengan niat mulia program Earth Hour. Bahkan kalo perlu gw mendukung pengurangan penggunaan AC dan alat-alat listrik boros energi lainnya secara lebih luas, bukan cuma sejam doang. Tapi gw mendukung itu bukan karena alesan Global Warming (Program Earth Hour ini dihubungkan dengan pengurangan CO2 di udara, which is the fundamental idea of this Global Warming Dogma). Efeknya, para aktifis pencinta alam gak jelas secara serempak ikut-ikutan cuap-cuap di berbagai media, baik online maupun offline tentang pentingnya Earth Hour ini untuk melawan Global Warming. Halah.

FYI, gw mendukung segala hal yang bertujuan untuk menghemat energi, mengurangi polusi (Hey! Polusi gak ada hubungannya ama Global Warming!), kelestarian lingkungan, dll. Tapi bukan dalam bentuk informasi menyesatkan seperti yang terjadi sekarang ini.

note : Tulisan ini tidak membutuhkan komentar sekilas dari orang yang sudah terlanjur ter-brainwash oleh dogma Global Warming sebagai akibat perbuatan manusia. Sebelum menghujat gw, silahkan baca link-link yang bagus dari para kritisi dogma global warming berikut sebagai bahan untuk membuka fikiran anda (sumpah, bukan link bokep lagi!) :

p.s. Eh, sekalian nambahin link artikel dari Pakdhe Rovicky – Geologist sekaligus blogger kondang <<– baru tau kalo beliau juga secara halus menolak dogma Global Warming.

global warming hoax

*Capek marah-marah… Sekarang siap-siap diamuk pembaca karena menjunjung demokrasi dengan berpandangan beda dengan mainstream*