Fatwa Haram Rokok dan Fatwa Haram Yoga Versi MUI yang Banci
Author: ichanx | Filed under: InsideOke… Oke… Ini postingan latah… Saat hampir bersamaan, gw yakin ratusan, bahkan ribuan blogger akan mengangkat tema fatwa haram rokok dan fatwa haram yoga yang baru diumumkan di Forum Ijtima ulama Komisi III Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia III di Padang Panjang Sumatera Barat. Gw ingin coba bahas ini dari perspektif gw yang perokok berat, sekaligus pencinta cewek cantik. Eh, gak ada fatwa yang berhubungan dengan cewek cantik ya?
Bagaimana pandangan si gw tentang fatwa haram rokok dan fatwa haram yoga? BINGUNG! Sumpah! Ini fatwa banci!
Dari semua fatwa MUI yang pernah muncul, baru fatwa haram rokok dan fatwa haram yoga ini yang bener-bener ngebingungin. I mean, meskipun fatwa-fatwa sebelumnya banyak yang “janggal” juga, tapi fatwa-fatwa itu masih bisa diterima dengan akal sehat kalo kita berfikiran logis dan berusaha melihat dari sudut pandang agama, serta tidak memposisikan kita sebagai pihak yang udah antipati dulu terhadap MUI.
Let say… Fatwa MUI tentang bunga bank haram. Ini make sense! Meskipun gw sempet kerja di bank, dan punya rekening bank, tapi gw gak merasa aneh dengan fatwa itu. Secara, bank kan bener-bener menjalankan prinsip riba yang sangat ditentang oleh agama mana pun (kecuali yahudi – ajaran yahudi memperbolehkan riba kepada orang non yahudi -). Atau, fatwa MUI tentang infotainment haram. Ini juga make sense! Meskipun gw seneng nonton infotainment, tapi gw tau bahwa kerjaan tivi mencari duit dengan membuka aib pribadi seseorang di muka umum adalah perbuatan dosa. Bahkan bisa menjurus fitnah. Atau, fatwa MUI tentang aliran sesat. Masih masuk akal, meskipun gw punya banyak temen yang ternyata menganut “aliran sesat” itu, tapi memang tugas para ulama untuk membimbing umatnya biar gak terjebak ke yang “sesat” menurut pendapat mainstream ulama. Meskipun semua fatwa itu menimbulkan perdebatan, tapi semua itu MASUK AKAL.
Lah, sekarang gimana dengan fatwa haram rokok dan fatwa haram yoga?
Nah, masalah bikin gw bingung…. Kok FATWA HARAM ROKOK malah dibuat ngambang gitu sih? Rokok haram buat anak-anak, remaja, dan ibu hamil. Untuk orang dewasa, rokok difatwakan sebagai makruh selama enggak dilakuin di tempat publik. Terus, mengenai fatwa haram yoga, disebutkan bahwa yoga yang mengandung meditasi, murni ritual, dan spiritual agama lain hukumnya haram. HALOOOO….. ASSALAMUALAIKUM PAK HAJIIIIII….. FATWA APAAN INI????
Anak-anak. Anak-anak itu belum akil baligh! Belum horni kalo liat cewek telanjang! Belum punya otak korupsi kayak Suharto dan kroninya! Belum ada dosa buat mereka! Kalo rokok difatwakan haram untuk anak-anak, maka yang nanggung dosa siapa? Nyokapnya? Lah, kalo si anak curi-curi ngerokok pas pulang sekolah gimana? Salah gurunya? Salah pedagang? Arrgghhhh… Terus, Ibu hamil. Jadi, pas si ibu menyusui, dia boleh ngerokok gitu? Sama aja kali! Arrgghhh… Pusing… Ini ngebingungin….
Lalu, tentang yoga. Haduh. Kok kesannya latah ama fatwa ulama Malaysia sih? Ini rancu! Kenapa gak sekalian fatwanya dibuat sesuatu yang tegas, misalnya “SEGALA SESUATU YANG BERSIFAT MEDITASI, RITUAL, dan MENGIKUTI SPIRITUAL AGAMA LAIN adalah HARAM“. Sebut beladiri deh… Silat kek… Kung Fu kek… Macem-macem… banyak banget yang pake ritual dan meditasi ala agama lain, bahkan ala animisme. Penyebutan “yoga” secara spesifik kan bikin orang yang beneran ber-yoga tanpa embel-embel ritual jadi bingung!
Lucu. Ini bener-bener lucu. Kok kesannya fatwa haram rokok dan fatwa haram yoga ini malah maen-maen ya? Gw udah berikrar, setidaknya ke keluarga dan para plurker, gw udah ngumumin kesiapan gw untuk berhenti total ngerokok kalo MUI mengeluarkan fatwa haram rokok. Sebaliknya, gw bakal terus ngerokok kalo para ulama yang gw yakinin ngerti ilmu agama puluhan kali lipat lebih jago dari gw yang shalatnya aja masih bolong-bolong, menyebutkan bahwa rokok enggak haram. MUI itu kumpulan ulama yang gw jadiin panutan, perwakilan dari berbagai ormas, kelompok, dan golongan. MUI bukan kumpulan ulama dan ahli agama keblinger kayak orang-orang JIL yang bener-bener kebablasan dalam berijtihad atau orang-orang Salafiyah yang taklid buta dan paling seneng nyebut pendapat orang lain sebagai bid’ah bahkan sesat.
Di satu sisi, dengan keluarnya fatwa ini gw harusnya ngerasa tenang karena (menurut pendapat ratusan ulama itu) kebiasaan gw ngerokok gak dimasukin kategori haram. Jadi gw bisa tetep ngerokok seperti biasa. Tapi, di satu sisi, gw jadi bingung. Ini fatwa atau apaan sih?
Kenapa sih gak sekalian aja sebut ROKOK ITU HARAM, atau ROKOK ITU MAKRUH/MUBAH? Implikasinya tentu simalakama bagi MUI. Disebut haram, para perokok dan orang yang bergerak di bisnis rokok bakal ngamuk. Gak disebut haram, KAK SETO SI PENYAYANG ANAK dan para aktifis anti rokok juga ngamuk. Lah, what’s the hell implikasinya, harusnya MUI tegas! Kalo masih belum mateng, masih berdebat di dalem MUI sendiri, ya jangan dipaksain untuk ngeluarin fatwa dong!!! Jangan bikin fatwa banci kayak gini!!!!! Jangan bikin umat bingung!!!!!
ps : Sori, postingan ini di luar kebiasaan. Tapi gw lagi gemes ama MUI. Fatwa haram rokok dan fatwa haram yoga ini otomatis makin ngejatuhin wibawa MUI di masyarakat. Gw sedih kalo ulama yang gw cintai jadi bahan ketawaan.


ichanx






January 26th, 2009 at 8:17 am
PERTAMAX!!! di MUI jg ada pro dan kontra pastinya. yg sangat disayangkn ada org2 trtentu yg ngambil untung dr lembaga ini. n bukannya mlh ngebimbing masy islam, tp mlh ngebingungin. mnurut sayah, ini tantangan utk memperluas wawasan islam seh
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:17 am
yups… patut disayangkan
Reply
January 26th, 2009 at 9:43 am
beberapa waktu yg lalu gw denger ada fatwa golput itu haram, trus beberapa hari yg lalu bikin fatwa aborsi itu halal untuk kehamilan karna perkosaan dan kehamilan yang membahayakan sang ibu selama belum berumur 5 minggu, sekarang fatwa rokok haram untuk sebagian orang… Temen gw sampe ngomong dengan cueknya.. MUI di bayar berapa sih ngeluarin fatwa ??? Trus kalo MUI udah mulai bikin fatwa yang agak-agak aneh, siapa lagi neg yang bakalan di jadiin panutan umat ??? pertanyaan yang sama dengan elu chanx…
Reply
January 26th, 2009 at 10:15 am
ROKOK HARAM. MUI HARAM.
Kita semua harus bijak, ketika karena predikatnya, karena posisinya, karena kemampuan ilmunya, mengharuskan diri berbuat yang berkaitan dengan umat. Seperti, menelorkan fatwa merokok haram. Bukankah masalah merokok masih hilaf ?Ada yang mengharamkan, ada yang memakruhkan dan ada pula yang menghalalkan. Bahkan tidak sedikit Ulama’yang Alim, membantah kalau merokok ditempatkan pada hukum makruh. Karena tegas diyakini, hukumnya merokok halal. Sebab kalau suatu perbuatan makruh disenantiasakan, tentu sementara Ulama’ itu tidak akan merokok, karena akan menjadi tidak berkenanNya. Perlu dimaklumi bersama, fatwa MUI itu bukankah suatu ijtihad yang tidak mengikat untuk diikuti oleh seluruh umat ? Hanya suatu rekayasa saja, ketika MUI dibentuk sebagai bagian dari strategi politik pada jamannya, sehingga menjadi majelis yang berlabelkan Indonesia. Jadi MUI bukan mewakili seluruh Ulama’ dan Ummat yang ada di Indonesia. Tetapi kenyataannya, ketika mengeluarkan hasil ijtihad, seakan-akan obyeknya adalah umat Islam Indonesia. Padahal posisi yang sebenarnya antara MUI dan Ummat, tidak demikian. MUI tentu bukan Syaikh Abdul Wahab, yang fatwa ijtihadnya didukung pemerintahan Arab Raja Saud. Disini Indonesia. Kontra ijtihad bukannya tidak mungkin akan bermunculan. Berangkat dari kenyataan adanya perbedaan hukum dan kenyataan perbedaan di kalangan umat Islam ada yang merokok dan ada yang tidak merokok, apakah lembaga MUI rela umat terpecah ? Apakah tidak terpikirkan bahwa pihak ketiga senantiasa mengintai kita ? Dan kini, telah terbukti akibat pra fatwa merokok haram itu, dikalangan umat telah “meruncing”, yang diyakini tidak akan menyelesaikan pokok masalah. Atau hanya karena takut adanya tuntutan pembubaran, sehingga MUI sering terpaksa berfatwa-fatwa ? Ya, terbukti MUI beraninya hanya kepada perokok. Padahal, MUI sebagai suatu kekuatan moral, masih ada suatu obyek yang sangat dibutuhkan umat, yaitu pemberantsan korupsi, yang pelakunya semakin berani dan tidak malu pamer kekuatan dan kekayaan. Bahkan dengan otonomi daerah yang berlaku di Negara RI ini, justru mempermulus legalitas tindak korupsi di daerah. Insya Allah dengan langkah MUI yang senantiasa…… senantiasa…… senantiasa…… mengumandangkan korupsi……. korupsi……. korupsi……. , akan membawa kemaslahatan umat secara nyata. Apabila tidak, maka tidaklah keliru apabila sementara kalangan bereaksi, menghukumkan HARAM keberadaan MUI, yang dibentuk dan didanai pemerintah yang bukan berdasarkan hukum Islam. Aghemax@gmail.com
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:21 am
yah… sudut pandang seperti inilah yang gw takutkan… dan kenyataannya demikia… oh MUI….
Reply
January 26th, 2009 at 10:21 am
*ngaliwat*
Reply
January 26th, 2009 at 10:30 am
Wah, postingan ini meski kesannya marah-marah, tapi aslinya sayang sama yang dimarahi.
Make senses dan gua setuju banget ama nih opini. Menjadi tegas itu harus, agar umat tidak bingung……. Kontradiktif itu hanya milik bangsanya JIL dan antek2nya…..
Reply
January 26th, 2009 at 11:05 am
waduh tambah rumit aja nih…
saya juga lagi bingung ama fatwa itu…
satu sisi bagus, satu sisi akan berdampak pada pengangguran.
Reply
January 26th, 2009 at 11:15 am
hi hi hi..yg ngerokok sewot
Reply
January 26th, 2009 at 11:16 am
Ya udah, nih fatwa gua … ROKOK HARAM!!! Berhenti ya chanx?
)
Reply
January 26th, 2009 at 12:55 pm
btw,emang kenapa yoga diharamkan?
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:22 am
ini juga “debateable” tris…
Reply
January 26th, 2009 at 1:01 pm
saat pertama baca/denger berita ttg fatwa ini, biasanye kita “memakan”nya mentah2..
nah itu yang menurut gw salah.
jadi kalo MUI bilang fatwa rokok haram, fatwa yoga hara..jangn diterima mentah2..baca semua what n why nya…kadang perbedaan persepsi/pemilihan kata bisa jadi masalah. oia fatwa itu adalah sebuah keputusan atau nasihat resmi yang diambil oleh sebuah dewan mufti atau ulama>>dapet dari om wiki.
jadi elu aman kok chanx..kan cuma makruh.
kalo yoga itu karena persepsi arti kata aza..yang haram lebih karena yoga adalah salah satu dari enam ajaran hindu…n lu tau dong, kalo lu ngikutin ritual or hal2 yg jadi ciri mereka lu termasuk kaum tersebut..jadi mgkn knp itu disebut haram.
btw gw belum baca lengkap fatwanye neh (ada link info g chanx)
gw serasa ngedukung banget yak…cuma mo bilang jgn terlalu keras hati ataupun memakan mentah2 suatu info..apalagi dari blog (tmasuk tulisan gw ini)
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:25 am
nope… gw gak makan mentah-mentah… gw masalahin “urgensi” dan “ketegasan” dari fatwa itu. apalagi ini fatwa yang dikeluarin oleh dewan mufti/ulama… kenapa fatwa yang dihasilin malah mencla-mencle dan multipersepsi begini? lebih baik gak usah dikeluarin dulu fatwanya kalau di MUI aja masih ada perbedaan pendapat dalam hal ini…..
Reply
January 26th, 2009 at 2:07 pm
untung ga ngerokok,, untung ga yoga
Reply
January 26th, 2009 at 2:52 pm
yang disesalkan memang implikasinya malah bukan menyatukan umat tapi justru memecah belah umat yang notabene masih sangat banyak yang O-ON masalah agama seperti saya!
terus kita mau ikutan MUI yang mana chanx?
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:26 am
bener banget… makanya gw sedih…
Reply
January 26th, 2009 at 2:58 pm
another postingan cerdas dan setajam silet dari kang @ichanx,
saya setuju dengan ente, kang…
Reply
January 26th, 2009 at 3:34 pm
rokok tuh haraaaam!-menurut gw
-
-salam kenal-
Reply
January 26th, 2009 at 4:28 pm
haram?
rokok?
yoga?
entahlah… mungkin hal-hal lain yang lebih penting sudah selesai diurus…
Reply
January 26th, 2009 at 5:12 pm
“SEGALA SESUATU YANG BERSIFAT MEDITASI, RITUAL, dan MENGIKUTI SPIRITUAL AGAMA LAIN adalah HARAM”
Wkwkwk, Kok sepertinya rasis banget kalau sampai kalimat diatas dijadikan dasar haram yoga … dasarnya yoga haram apa to?
menarik utk diikuti besok apalagi nih yang diharamkan
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:30 am
gw masalahinnya di pemakaian kata “yoga” secara spesifik. kalo kata “yoga” dihilangkan, itu lebih masuk akal.
penyebutan “haram” bukanlah rasis… tapi kan sebagai tuntunan untuk intern umat islam… seperti babi misalnya… bagi islam itu mutlak haram.. tapi non muslim ya dipersilahkan mo melihara babi, makan babi, dsb… itu adalah HAM buat non muslim… orang islam gak berhak ngelarang non muslim makan babi.
Reply
January 26th, 2009 at 5:31 pm
asyik rokok haram
Reply
January 26th, 2009 at 5:35 pm
*skip
Reply
January 26th, 2009 at 6:25 pm
menurutku mereka kurang kerjaan banget ngurusin hukumnya GOLPUT….
terserah kan kalo nggak mau milih? -_-
Reply
January 26th, 2009 at 7:02 pm
yoga haram? buseet deh…
Reply
January 26th, 2009 at 7:32 pm
Belom liat berita akhir2 ini…
*cari koran dulu ah…*
Reply
January 26th, 2009 at 7:50 pm
Mengharamkan rokok itu simalakama, soalnya banyak (kalau nggak bisa dibilang sebagian besar) kyai itu adalah perokok
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:43 am
nah… itulah… kalo masih simalakama, ngapain juga bikin fatwa? hehe
Reply
laskar Reply:
February 2nd, 2009 at 5:30 pm
Beberapa hari ini ramai diberitakan tentang Fatwa Haram untuk rokok yang akan dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Entah apa yang mengganjal fatwa ini sehingga sampai sekarang belum juga keluar. Silahkan baca saja berita-berita terkait tentang tarik ulur seputar pembahasan fatwa ini.
Mungkin sudah banyak yang mengetahui tentang bahaya rokok untuk kesehatan secara medis tapi tidak banyak yang tau kenapa rokok ini sampai divonis “haram” yang berarti disamakan dengan minuman keras dan sejenisnya. Mari kita tinjau hukum rokok dari kacamata syariat islam, mudah-mudahan penjelasan singkat saya ini bisa memberi sedikit gambaran kenapa rokok masuk dalam kategori Haram.
Rokok memang sesuatu yang tidak dijumpai pada jaman Rasulallah Shallallahu Alaihi wa Sallam, akan tetapi agama islam telah menurunkan nash-nash yang universal, semua hal yang membahayakan diri, mencelakakan orang lain dan menghambur-hamburkan harta adalah hal yang haram.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Q.S AL A’RAAF ayat 157
“ (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka {574}. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
(Q.S AL A’RAAF ayat 157) ”
Bukankah rokok termasuk barang yang buruk, berbahaya dan berbau tidak enak?
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Q.S Al Baqarah ayat 195
“ Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
(Q.S Al Baqarah ayat 195) ”
Merokok dapat menyebabkan orang terkena berbagai penyakit berbahaya, yang artinya menjatuhkan diri kedalam kebinasaan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Q.S An Nisaa ayat 29
“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
(Q.S An Nisaa ayat 29) ”
Merokok jelas merupakan usaha untuk bunuh diri secara perlahan-lahan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Q.S Al Isra 27
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.
(Q.S Al Isra 27) ”
Telah jelas bahwa merokok merupakan perbuatan boros dan menghambur-hamburkan uang.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang makanan penduduk neraka:
Q.S Al Ghasiyah 6
Q.S Al Ghasiyah 7
“ Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. ”
Demikian pula dengan rokok, tidak menggemukan dan tidak pula menghilangkan lapar.
Dan banyak hadits-hadits yang berkaitan dengan masalah ini.
Sabda Rasulallah Shallallahu Alaihi wa Sallam :
“ Sesungguhnya Alloh membenci tiga perkara untuk kalian, (yakni) berita yang tidak jelas, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya
(HR. Bukhari dan Muslim) ”
Merokok termasuk membuang harta.
Sabda Rasulallah Shallallahu Alaihi wa Sallam :
“Setiap dosa (umatku) dimaafkan (akan diampuni) kecuali orang yang terang-terangan berbuat dosa.
(HR. Bukhari dan Muslim) ”
Para perokok melakukannya dengan terang-terangan tanpa rasa malu dan bahkan mereka sering mengajak orang untuk merokok.
Sabda Rasulallah Shallallahu Alaihi wa Sallam :
“ Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir maka janganlah ia mengganggu tetangganya. ”
Bau dari asap rokok jelas-jelas sangat mengganggu baik itu keluarga kita ataupun tetangga kita terutama malaikat dan orang-orang yang sholat di masjid.
Demikian sedikit gambaran dari dalil-dalil dan hadits berkaitan dengan haramnya rokok menurut islam. Semoga bisa menjadi motivasi dan kiat untuk berhenti merokok. Berhenti merokok karena Alloh dan untuk mendapat ridhoNya.
Reply
ichanx Reply:
February 2nd, 2009 at 7:04 pm
1. masalah kesehatan, berbahaya, itu relatif mas… kalo kesehatan yang jadi rujukannya, kenapa gak dibikin fatwa serupa ke makanan kayak makanan lemak hewan full kolesterol berbahaya (sop kaki sapi, jeroan kambing, dsb), ayam broiler, fast food, dsb yang sebenernya juga berbahaya untuk kesehatan…. coba liat di kampung2 di seluruh pelosok indonesia… kakek2 perokok bahkan masih kuat ke sawah loh… fidel castro tuh udah 80 taun lebih umurnya, masih idup aja tuh
2. bau tidak enak? gimana dengan pete, jengkol, dan durian? (saya dan banyak orang yang gak kuat dan malah mabok nyium bau durian loh)
3. bunuh diri? hayah… berlebihan deh kayaknya
4. boros dan menghamburkan uang? itu kata anda yang gak merokok… tapi bagi perokok, dan bagi orang yang bergerak di industri rokok, ya belum tentu… sama aja kali perbandingannya dengan orang yang gak ngerokok, tapi sering jalan-jalan, belanja2, dll.. boros juga kan? sudut pandangnya ngambang kalo dibilang boros…
5. tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar… ya iya lah, rokok kan bukan makanan! hehe
6. dll
duh… kepanjangan replynya… intinya, semua dalil yang mas laskar kemukakan, sebenernya masih multitafsir… It’s ok kalo akhirnya ijtihad yang diambil MUI adalah mengharamkannya… gw (meskipun dengan berat hati) bakal ngikut dan berhenti ngerokok. tapi kalo mengharamkan “nanggung” seperti ini, liat dong akibatnya…. MUI malah dihina dan dicaci maki orang, bahkan dari umat muslim! Dan sebagai muslim, hati saya sakit dan miris ketika orang berlomba-lomba mencaci dan menghujat ulama panutan saya
January 26th, 2009 at 8:10 pm
hahahahha. umum ama private bedanya dimana coba chanx?
Reply
January 26th, 2009 at 8:23 pm
mwahahahahaha.. ada yang sewot… hihihihi
iyah sih emang rada konyol tuh fatwa.. kenapa ga dibatesin aja ya kriteria umur buat beli rokok kayak di sono ituh. yang bisa beli rokok adalah yang berumur 21 tahun ke atas dengan menunjukan identitas. Jadi kalo ada yang jual sama anak di bawah umur penjualnya kena sanksi… Cuma ya kudu tegas sih, jangan anget-anget ati ayam aja peraturannya kayak peraturan-peraturan yang lain
Reply
January 26th, 2009 at 9:07 pm
hahaha, baru nyadar kalo di koran tadi pagi ada nih berita
cuma negor n ada post baru tuh di blog ane
Reply
January 26th, 2009 at 9:13 pm
hahahahahaha perlu argumen banyak tentang fatwa itu chank, sampai-sampai paraulama berdebat hebat…tim saya hadirdalam sidang itu..
Yang jelas, FATWA tidak memilki kekuatan hukum positif, dia hanyalah sebuah kejelasan tentang sesuatu yangditanyakan umat pada ulama tentang hukum fikihnya, karena sesuatu itu tidak diatur dalam alquran, sunah dan hadis.
Kenapa rokok susah sekali mengambil fatwanya, karena jaman nabi tidak ada rokok…. ya gitu dehhhh
Reply
January 26th, 2009 at 9:42 pm
percaya ama MUI itu musyrik…percaya mah ama Tuhan aja…
hahaha
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:44 am
*pentung epat*
Reply
laskar Reply:
February 2nd, 2009 at 5:46 pm
banyak sekali orang Islam yang hanya di KTP. Mereka tidak tau tentang hukum2 Islam. Klo gak ada MUI, bagaimana mereka bisa tau klo suatu perkara diharamkan? MUI dinaungi oleh ulama2 yang menguasai dibidangnya, mereka lebih dalam dalam mempelajari suatu perkara. Klo MUI udah mengeluarkan fatwa, mereka pasti udah melakukan penelitian yang mendalam. Jd kita yang tolol-tolol ini percaya aja deh….
Reply
ichanx Reply:
February 2nd, 2009 at 7:11 pm
betul sekali mas laskar… kita yang tolol-tolol dan berpengetahuan agama minim memang seharusnya percaya penuh pada MUI sebagai manifestasi ulama-ulama seluruh indonesia… tapi, ketika MUI membuat “blunder” dengan fatwa yang “gak logis dan gak masuk akal”, gimana? akhirnya MUI malah jadi bahan ejekan, becandaan, bahkan hujatan loh… (sumpah saya masih berusaha menghargai MUI sepenuh hati, saya yakin mas laskar juga begitu.. tapi apa semua orang bisa?)
Reply
January 26th, 2009 at 11:39 pm
Chanky,
Akyu gak suka rokok…
Akyu juga gak suka yoga….
Mau dijadiin haram kek, makruh kek nggak ngaruuuuh tuuuh… asal jangan difatwain jadi wajib ajaaaa… huuu langsung gw demo tuh MUI!
Reply
January 26th, 2009 at 11:42 pm
untung waktu aidit gelar rapat PKI fatwanya blm ada
*baxar rokok
Reply
January 27th, 2009 at 12:48 am
hihihi….
‘asalamualaikuuuum………………… wat yg lagi gemes — geli2 mesra — tuh ye lam kenal n mampir absen dr slipi jakarta yee…
Reply
January 27th, 2009 at 1:59 am
jelas itu membingungkan..
gwa lebih bingung lagi klo golput diharamkan.
dan ini juga ngambang, karena haram kalau ada pemimpin yang layak terus kita golput. trus kita tau itu layak ga nya dari mana??kampanye itu semuanya BOHONG. dan yang gwa tau pemilu itu kan prinsipnya LUBER (Langsung Umum Bebas Rahasia). Nah berarti kan mau golput mau milih itu bebas!
Reply
January 27th, 2009 at 8:01 am
setuju kalo merokok ditempat umum diharamkan, saya tersiksa kalo ada orang di ruang umum ada asap rokok.
Reply
January 27th, 2009 at 9:37 am
Iyaya, chanx!
MUI akhir-akhir ini nggak konsisten. Sering jadi bahan gunjingan en ketawaan orang-orang karena nggak tegas dan nggak logis kalo ngeluarin fatwa. Contoh fatwa lainnya kayak HARAM GOLPUT itu..
Beuh apa-apaan lagi itu ya?
Miris ngeliat budaya latah yang diadopsi mentah-mentah sama pemerintah Indonesia. Huhu…
Daripada bingung wae, mending balikin lagi semuanya ke perpekstif dan keyakinan masing-masing. Kalo gw mah yaa berpegang teguh sama Al-Qur’an & Hadits.
Insya Allah moal sesat dan tersesat.
Nggak kayak buku lo yang sesat! Gw malah jadi bingung en susah nyari bukunyah.. Hahaha…
*dudul deh gw*
*lumpaaaaaaaaat*
Reply
January 27th, 2009 at 9:47 am
saya juga setuju sama pendapat di atas.
tapi emang masih harus dipertimbangkan baik dan buruknya fatwa itu.
pertama, berapa banyak orang yang bakal kena imbas dengan fatwa haram itu.
oke lah buat para perokok yang harus berenti merokok, gak begitu berat. tapi buat pengusaha rokok dan karyawannya? buat para petani tembakau? mau dikasih makan apa keluarga mereka klo emang nanti akhirnya rokok jadi haram beneran?
kedua, ya gitulah pokoknya.
jadi sebenernya semua itu harusnya lebih ke arah individu masing2. mau ngerokok atau gak? iya gak sih??
hoho,, maaf klo sok tau..
Reply
January 27th, 2009 at 10:41 am
*komen anti spam: disalep 88*
menurutku rokok wmang tidak baik. tapi haram juga dilihat dari mana? kalo memang karena akibat buruk yang mengikutinya, ok deh, tapi MUI harus tegas bilang ‘haram’ nya.
iya, ini fatwa bikin kita yang pemahaman agamanya cetek jadi malah bingung…
Reply
January 27th, 2009 at 11:09 am
sedari awal udah yakin kalo fatwa yang dikeluarin bakal “aneh”…damn…!! “i hate when i’m right” (padahal gw ga ngrokok ataupun yoga..)
Reply
January 27th, 2009 at 11:43 am
hore rokok haram, hore banyak yang di pecat di pabrik-pabrik, karena rokok haram, hore banyak yang di penjara gara-gara di grebek waktu lagi ngerokok..hore..hore..banyak yang susah gara-gara rokok jadi haram…hore…
Reply
January 27th, 2009 at 11:54 am
fatwa MUI bukan sbagai landasan agama yang benar ….
klo pun memang haram, janganlah di haramkan setengah2 …. spt alkohol, haramnya jelas, nggak setengah2
Reply
January 27th, 2009 at 2:23 pm
emangnya orang2 MUI itu siapa sih?????, gak lebih dari org2 munafik!!!!!!!!, sok ngatur2 org lain, iya kalau aturannya jelas, lha ini malah setengah2, banyak bancinya sih org2 MUI itu.
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:46 am
nah… pemikiran kayak gini (akibat fatwa aneh MUI) yang bikin gw sedih…
Reply
Aris Suryadi Reply:
February 24th, 2009 at 7:38 pm
anda sendiri siapa?
mengumpat itu tidak baik loh..
anda mengutuk MUI berarti memukul rata semua orang yg didalamnya,
asumsikan 20% dari orang MUI correct dengan umpatan anda, lalu 80% dari org disana kena FITNAH anda donk!..
jadi inget “air beriak tanda tak dalam”
saya bukan dari MUI, cuma ga seneng aja dengan ada nya posting ini justru memicu pihak2 yg ga tanggung jawab(posting cuma pake nama ga ada linkblog) maki-maki orang yg mungkin bisa menolong kelangsungan hidup islam diindonesia..
wassalam
azbeetech
Reply
January 27th, 2009 at 3:50 pm
emang MUI itu Tuhan ya kok mau bener ngikutin fatwa2 mereka? atau nabi????? stand for your own decision lah mengikuti sunah2 nabi atau al Quran. MUI mah bukan Tuhan, ga wajib diikutin
*iini menurut gw lho*
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:47 am
eerrrggghhhhhh… jadi kapan kita ke bounty lagi tan? hihi
Reply
laskar Reply:
February 2nd, 2009 at 5:52 pm
MUI mengeluarkan fatwa setelah mempelajari suatu kasus yang ditela’ah berdasar Alqu’r'an dan hadits….
MUI membantu umat yg tolol-tolol, yang gak ngerti bagaimana memahami Qur’an hadits dan penerapanya. Jadi klo masih tolol jangan sok pinter deh…..
Reply
ichanx Reply:
February 2nd, 2009 at 7:16 pm
betul… fatwa MUI itu haruslah hasil kajian mendalam dari qur’an dan hadist… tapi apa betul fatwa kemarin ini hasil kajian yang mendalam? buktinya, masing-masing ulama dari berbagai organisasi yang tergabung di MUI pun masih beda pendapat sampai detik ini…
sekali lagi saya bilang pada mas laskar, liat lah efek dari fatwa terakhir yang “banci” ini… orang-orang yang langsung ngambil kesimpulan seperti kemontar salsa diatas itu banyak loh….
Reply
January 27th, 2009 at 9:04 pm
gw setubuh ma lo chanx….!!!eh salah!!SETUJU maksudna….awal denger berita entu di tipi, gw jadi mikir kok MUI jadi seenakna gitu klo ngluarin fatwa….rasana kok asal…gak dpikirin mateng2…y ky fatwa rokok, yoga n golpit haram. sekarang klo pas gw jd golput cz sakit n gak bisa milih capres, ms gw dosa cz nglakuin sesuatu yg haram…???kan gak adil bgt…??!!!
Reply
January 27th, 2009 at 11:03 pm
kl ada orang yg punya nama yoga gimana canx ?
Reply
January 27th, 2009 at 11:04 pm
tapi kalo dipikir2 fatwa haramnya rokok oleh MUI yang stengah2 itu karena diancam ama pemerintah soalnya kan yang bayar cukai besar ya pabrik2 rokok itu. coba pikir deh kalau rokok di fatwakan haram maka banyak yang ngga ngerokok maka pabrik2 rokok bangkrut dan pemerintah kekurangan pemasukan
dengan kata lain :
MUI = merupakan ajang permainan politik = tidak 100% berlandaskan agama = tidak perlu diikutin sebab kalau ngikutin MUI = menyepelekan pemberian Tuhan yaitu otak = tidak mau buka2 Quran/Hadist alias tidak mau lebih dalam belajar agama cuma mau dicocok idungnya sama perkumpulan yang mementingkan hal lain selain membenarkan agama
*gw ga suka MUI*
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:50 am
gw lebih ngeliat malah polemik fatwa ini berawal dari KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK dan PARA AKTIFIS ANTI ROKOK yang berusaha nge-lobby MUI.
Reply
January 27th, 2009 at 11:35 pm
Yang pada bilang ngga setuju sama MUI: masih rela uang pajak lo dipake buat kumpul2 ngga ada gunanya itu?? Gw sih kaga rela. Pilihan: bubarin MUI atau dibongkar mesin ganti baru. Parah, isinya orang2 terkooptasi politik semua. Jangan2 yg masuk MUI ulama2 kacangan doang.
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:51 am
hehe… another opinion yg gw takutin… duuuhh… MUI… dengerin doooong
Reply
January 28th, 2009 at 12:03 am
MUI ada ada aja deh bikin fatwa,
Fatwa kok pilih pilih umur ( anak , remaja wanita hamil haram merokok ) yg dewasa dan tidak hamil senym senyum aja ni
saya mau nanya ni
banyak mana orang mati karena rokok dengan karena kecelakaan kendaraan?
kl banyak karena kecelakaan , kenapa g sekalian tu kendaraan di haramkan
wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkw
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:52 am
makanya gw bilang… FATWA BANCI
Reply
January 28th, 2009 at 2:01 pm
Pak din syamsudin (sepertinya tidak mewakili MD) dan Pak Hasyim (Membawa nama NU) menolak fatwa haram Rokok. menurut beliau rokok hukumnya makruh saja. tidak sampai haram. demikian juga dengan golput GOLONGAN PUTI*G he5xx… bercanda ding
Reply
January 29th, 2009 at 7:48 am
Kenapa para MUI juga g melihat dari sudut pandang yang laen…
Contoh:
Manfaat yang terkandung d dalamnya..
Ato apalah..
jangan gampang membuat sesuatu itu HARAM…dan sesuatu itu HALAL….
harusnya mereka tw definisi HARAM itu sendiri apa….
Reply
ichanx Reply:
January 29th, 2009 at 8:53 am
sepakat mas
Reply
laskar Reply:
February 2nd, 2009 at 6:00 pm
kenapa dibilang haram pasti ada alasanya lah….
Pelajari dulu kenapa diharamkan. Setetes minuman keras tetap haram meskipun untuk menghangatkan badan. Meskipun bermanfaat… Meskipun bisa menghiduypi pekerjanya….Apalagi rokok yang sudah jelas berbahaya. Bahkan produsen rokok mengiyakan klo produknya bahaya. Kalian bisa baca gak peringatan yang ada di bungkus rkok? Kalian sebenarnya tau klo rokok itu bahaya, dan sesuatu yang berbahaya & membahayakan orang lain itu HARAM. Jangan sok tolol deh…. ntar tolol beneran lho…!Ok kalian bisa bilang merokok itu adalah hak asasi, tp sadar gak klo hak asasi yang kalian gembor-gemborkan jg menginjak2 hak asasi orang lain.
Reply
ichanx Reply:
February 2nd, 2009 at 7:18 pm
lalu… kenapa fatwanya bukan “HARAM”? kenapa fatwa haramnya hanya untuk anak-anak? Disini masalah yang saya angkat mas…. kalo fatwanya HARAM MUTLAK, yo weis… tapi kalo fatwa “banci”, kan malah bikin resah sesama umat islam
Reply
January 29th, 2009 at 10:23 am
Komen roko ah. Di negara lain seperti saudi arabia sudah jelas jelas mengharamkan rokok. Kalau mungkin hasil ijtihad MUI masih setengah-setengah karena mempertimbangkan keadaan Indonesia-nya, maka kenapa kita tidak sadar kepada diri kita sendiri bahwa rokok itu memang haram. Secara logika islam yang universal, kenapa kita tidak mencontoh negara-negara islam yang sudah mengharamkan rokok. Secara logika juga apakah merokok benar-benar merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Yang Maha Memberi Rizqi?. Buat perokok yang sekarang memang benar-benar mau berhenti merokok, ya silahkan dipertimbangkan. Tidak harus menunggu fatwa MUI yang mengharamkan rokok secara total bukan?. Kenapa juga harus berprasangka buruk sama MUI?, apakah diri merasa lebih pintar dari ratusan ulama yang ada di situ?
Reply
Aris Suryadi Reply:
February 24th, 2009 at 7:55 pm
saya setuju dengan pendapat mas ini..
mari deh sebelum kita debat kusir haram atau enggaknya terlebih umpat2an terhadap MUI dan sok care dengan MUI padahal jadi shortcut buat hina MUI..
manusia itu unik..membela terhadap dimana mereka berdiri..
hemat saya, perokok bakalan anti terhadap fatwa ini(mgkin sedikit agak disamarkan ANTI nya dengan mengemukakan argumen lain)
dan yang enggak ngerokok, ada yang setuju ada yang cuek..bahkan ada yg mati-matian setuju dngan fatwa haram tersebut..
karena itu tergntung dimana tempat kita berpijak,terlebih jika mental kita trendsetter dan bukan follower…wah makin alot nantinya…
balik lagi ke fitrah..dimana insan islami rahmatan lil alamin kita masih bersih..
kita milih yang mana?apalagi mempertimbangkan segala hal lainnya, 99 Thingking Hat(berpikir memutar, memperhatikan segala hal dengan implementasi win win solution)
terlebih mengumpat MUI dan kita merasa lebih baik dibanding mereka yang jumlahnya banyak disana.
sekarang balik kemasing2 personal apakah itu baik untuk diri sendiri DAN (bukan atau) orang lain…
ps : sempet baca artikel dari salah satu ilmuan luar negeri Dr Stephen Carr Leon yang menjadikan indonesia sebagai contoh dampak dari rokok terhadap perkembangan masyarakatnya..
read this
http://www.artikel-indonesia.co.cc/2009/02/rahasia-kecerdasan-orang-yahudi.html
Reply
January 29th, 2009 at 10:30 am
Teman kerja wempi perokok berat walaupun sudah umur 58 tahun, pulang haji kemarin langsung berhenti total merokok *gak tau deh kalo dibelakang wempi beneran gak merokok ato malah sama saja
*. katanya di arab sono rokok emang haram. kalo ada yang merokok orang-orang arab sono langsung teriak-teriak haram… haram…
Reply
January 29th, 2009 at 2:05 pm
Makanya, ga usah ngaku-ngaku 17 tahun kalau kamu masih mau dibolehin ngrokok..
Reply
January 30th, 2009 at 3:54 pm
Walaupun tidak merokok, saya berpendapat bahwa merokok itu boleh kecuali bagi orang yang lemah maka makruh, bagi yang jelas membahayakan maka haram.
Reply
February 1st, 2009 at 4:20 am
Ayoooooooooo……..berdebat
Inilah hasilnya nyata dari fatwa mui itu, terjadi debat kusir dimana-mana. Sukses buat mui yang berhasil membuat orang jadi pintar bersilat lidah. Eh, mui juga hebat kalo soal debat-berdebat ini, lho.
Reply
February 1st, 2009 at 5:16 am
ada yang sewot…
emang rada konyol tuh fatwa.. kenapa ga dibatesin aja ya kriteria umur buat beli rokok kayak di sono ituh. yang bisa beli rokok adalah yang berumur 21 tahun ke atas dengan menunjukan identitas. Jadi kalo ada yang jual sama anak di bawah umur penjualnya kena sanksi… Cuma ya kudu tegas sih, jangan anget-anget ati ayam aja peraturannya kayak peraturan-peraturan yang lain
gue perokok pokoknya ga setuju kalau ada fatwa kayak gituan
Reply
February 1st, 2009 at 6:13 am
hmm
no comment aja dech!
–> lah ini comment …
Reply
February 1st, 2009 at 5:28 pm
untung gw g ngerokok ma gak maen2 yoga….hahha,…..SAVEEEEE
Reply
February 2nd, 2009 at 6:10 pm
fatwa rokok haram emang aneh berat, nggak usah difatwain juga, produsen rokok udah ngasih peringatan kok. sekarang mah balik lagi aja ke konsumennya.
fatwa yoga haram, nah ini yang gak jelas. soalnya kalo di malaysia katanya emang beberapa instruktur yoga pada akhirnya malah mengajarkan ritual agama hindu ke orang2 yang dilatihnya. katanya sih begitu, gw juga denger dari demen. jadi disana fatwanya, kalo gak salah, yoga yang sifatnya emang untuk olahraga doang, boleh, tapi kalo udah ada ritual agamanya nggak boleh.
gw baru tahu nih di indonesia juga dibikin fatwa segala, emangnya di indonesia ada yoga yang ujungnya ritual agama? kayaknya nggak deh… *emang ada ya instruktur yoga yang nyuruh kita mandi kembang dulu sebelum yoga, atau baca ayat2 gitu??*
yang bikin gw tambah nggak ngerti adalah : fatwa golput haram… sebagai warga negara yang sangat suka golput, gw sebel banget sama fatwa ini. suka-suka gw lah mau milih apa nggak..pasti ada alasan kan kenapa seseorang milih golput, dan kayaknya nggak banget kalo sampai dibikin fatwa haram segala.
mui udah kelewatan nih… -_-
Reply
February 3rd, 2009 at 12:04 pm
maaf sebelumnya…
saya heran kenapa sampai ada yang menghujat MUI sampai sedemikian…
saya pribadi dulunya perokok dan berhenti sebelum fatwa MUI keluar dan alasan saya berhenti adalah karena ALLAH SWT bukan MUI atau kyai tertentu, tetapi berdasarkan referansi alqur,an dan hadist serta logika ( Ilmu Pengetahuan ) penelitian yang dilkukan…
pendapat saya, saya salut dengan MUI walaupun dibelakang mereka ditekan dn di hujat tapi akhirnya fatwa HARAM rokok dikeluarkan juga…
melihat keharaman sekarang hanya berlaku bagi anak2, ibu hamil dst… saya harap ini merupakan tahap awal dari keharaman rokok secara menyeluruh.seperti jaman nabi mengaharamkan MIRAS jg secara bertahap.
kita tahu mungkin umat islam perokok dan masyarakat indonesia umumnya perlu suatu masa tansisi dari makruh ke HARAM dan mungkin MUI jg berfikir sejauh itu. so, ini hanya masalah waktu ..
dan semoga manusia yang mau berfikir dengan HATI bukan dengan NAFSU, dapat mengambil pelajaran dari ini….
persoalan Haram adalah Agama…
agama berasal dari Allah..
kebenaran adalah dari Allah bukan dari suara mayoritas…
dan saya lebih takut pada ALLAH SWT…
Reply
February 8th, 2009 at 6:01 pm
Astaqhfirullahaladzim, kalau haramnya merokok memang atas landasan Al Qur’an dan Hadist, juga hasil ijtihad empat Imam salaf, kok berani-beraninya MUI memilah-milah obyek keharaman itu. Makanya saya sejak dini mengungkapkan, masalah merokok haram, masih hilaf. Anehnya lagi, mengapa bukan tembakaunya yang difatwakan haran. Ya itulah jadinya, apabila suatu produk hukum dari hasil ijtihad yang dikarenakan berlandaskan “disebabkan dan atau menyebabkan”. Bisa jadi MUI nantinya memfatwakan, gula pasir haram bagi yang sakit diabetes, santan kelapa dan daging kambing haram bagi pengidap hipertensi, karena akan menyebabkan kematian. Itu semua bukankah suatu kerja mubadir. Sebenarnya kalau kita jeli menelaah fatwa MUI yang telah mengharamkan merokok bagi anak-anak dan wanita hamil, berarti pada dasarnya MUI mengakui bahwa merokok itu halal atau mubah. Hanya kasusitas saja keharaman itu berlaku. Kalau begitu tak ubahnya nasi dan makan. Bagaimanapun nasinya halal, tetapi apabila makan berlebihan yang menyebabkan kefatalan, perbuatan makan demikian itu haram hukumnya. Apakah hal-hal yang begitu itu, perlu difatwakan oleh suatu lembaga sekapasitas MUI ? Yang jadi pertanyaan atas terbitnya fatwa itu, apakah rokoknya atau tembakaunya atau asapnya, yang telah dihisap oleh obyek haram itu jadi najis ? Sebab setiap barang haram, hukumnya najis. Tentunya tidak. Seperti nasi sisa pemakan berlebihan tetap tidak najis. Marilah kita semua hendaknya menyadari, pihak ketiga senantiasa mengintai kita. Kita jangan terpancing isyu global barat, yang fokusnya senantiasa berkaitan dengan konflik internal ummat Muslim. Mulai dari isyu bahaya komunisme, hak asasi manusia, terorisme, bahaya merokok, yang kesemuanya berkait kasus internal di Negara Islam atau Ummat yang mayoritas Islam. Maaf, saya adalah sosok yang benar-benar tawaddu’ terhadap keilmuan para Almukarram Alim Ulama’ yang bergabung di MUI. Cuma yang prihatin, terhadap keberadaan lembaga Majelis nya. Awas-awas terimbas permainan intelegen. Aghemax@gmail.com
Reply
ichanx Reply:
February 24th, 2009 at 9:09 pm
astaghfirullah… baru baca komentar ini… keren, intelek, dan sangat logis! semoga bapak-bapak di MUI baca komentar ini…
Reply
February 18th, 2009 at 10:43 pm
yang haram kalo ngerokok itu adalah minta sama teman yang beli rokoknya juga ngutang, yang halalnya minta rokok sama mertua yang akibat merokoknya di batuk-batuk……. mertuanya kan tidak ngerokok lagi,…. dari pada dibuang,…. ha–ha–ha–ha–ha mendingan diambil dan dirokok-i….. kan halall we,…..
Reply
May 11th, 2009 at 7:12 pm
tentu saja MUI memandang yoga haram. begitu anda mempelajari yoga, anda diwajibkan menjalankan brahmacharya, yang salah satu bagiannya adalah selibat, mengekang diri dari nafsu sexual untuk meraih kesehatan dan
kebahagiaan.tidak ada masa depan bagi orang yang mengumbar nafsu sexualnya dengan beristri lebih dari satu ataupun mengawini anak kecil usia 12 tahun.
Reply
June 28th, 2009 at 6:22 pm
Islam itu luas, Kenapa masih banyak orang Islam yang masih ragu tentang suatu Fatwa Dari MUI itu membingunkan Umat. inti nya kita Umat Muslim belum bersedia menerima Islam 100 % dalam diri kita.
Fatwa rokok Haram.. kita tentunya tau kalo salah satu musuh umat islam adalah Yahudi.. Tembakau itu bisnisnya yahudi. makanya yahudi itu makin kuat. lah wong brg dagangannya di beliin terus.. rokok dalam Islam Segala sesuatu yang membahayakan itu mendekati Haram. rokok bahaya bukan ?
Lagi pula apa susahnya sih berhenti merokok.
gw dulu perokok kaya lw2 semua. Gw tobat rokok itu gak bagus. buang2 duit. Saya berdoa kepada Tuhan yang menjadikan segala sesuatu. agar saya berhenti merokok.
Alhamdulilah saya bisa berhenti merokok..
Islam itu harga dirinya tinggi sekali. apalagi masalah Aqidah ( Keyakinan ), banyak pengobatan islam yang lebih bagus daripada yoga. karena ini masalah agama gak usah tanggung2 langsung yang paling dalam.
Rokok itu Racun berhenti Obatnya.
Dunia itu racun Zuhud Obatnya.
Harta itu racun zakat obatnya
Banyak bicara itu racun Dzikir Obatnya.
bahkan tahun itu juga racun Ramadhan Obatnya.
kita sebagai Umat muslim wajib hukumnya saling Mengingatkan. Dan MUI takan pernah membenci Lembaga/perorangan yang menghujat dirinya.
karena Islam mengajarkan kita jangan membenci orang tapi bencilah sifatnya..
Bahka Nabi pun juga ada yang membencinya. kalo kalian Cinta Allah.Cinta Alquran,Cinta Nabi Muhammad dan Sunnahnya, jihad berdakwahlah agar kita tau bagaimana yang di Rasakan Rasul Takkala Menegakan islam Di zamannya.
Assalamualaikum Wr.Wb
Reply