Anda Mahasiswa yang gemar membolos? Anda pernah tidak lulus kuliah karena jumlah absensi yang tidak memenuhi syarat untuk ikut ujian? Atau, anda karyawan yang banyak kegiatan sampingan sehingga sering “terpaksa” tidak hadir di tempat kerja? Gaji anda pernah dipotong karena ketidakhadiran itu?

Tenang. Ichanx punya solusi. Sesat abis, tapi dijamin kejadian diatas gak akan terulang.

Manfaatkanlah surat paling sakti dijagad raya, alias Surat Keterangan Sakit dari dokter.

Heh! Para pemalas! Jangan kecewa dulu! Jangan meng-underestimate kemampuan gw! Gw ini pakarnya ilmu sesat. Kalian, para pemalas, bakal menyesal tujuh turunan kalo melewatkan solusi yang gw tawarkan ini. *muncul dua tanduk dari balik rambut kepala*.

Gw mau sharing pengalaman. Pengalaman gw ini udah diuji di beberapa klinik dan dokter praktek umum di Bandung, dua buah klinik di Jakarta, dan dua buah rumah sakit di tempat gw tinggal sekarang (Tarakan). Hasilnya 100% mujarab.

Jadi begini, gw menemukan fenomena unik pada beberapa dokter yang udah gw coba. Fenomena apakah ini? Tentunya bukan fenomena alam semisal tsunami atau gerhana matahari. Tapi fenomena “Kesaktian Surat Keterangan Sakit”. Namanya Surat Keterangan Sakit, kita semua tau betapa saktinya surat itu. Bukan hanya institusi seperti kampus atau perusahaan tempat kita kerja, pengadilan pun terpaksa diam kalo tersangka koruptor udah berkelit dengan surat keterangan sakit dari dokter. Luar biasa kesaktian selembar surat itu.

Mungkin selama ini, kita para pemalas, gak pernah kepikiran untuk mendapatkan surat dokter itu secara “legal”. Padahal, wahai rekan-rekanku sesama pemalas, hal itu sangat mudah! Entah karena desakan ekonomi atau apa, sebenernya banyak (gw gak berani bilang semua) dokter yang begitu royal dalam menerbitkan surat sakti itu. Asal kita bayar biaya praktek dan nerima resep, beres deh. Mudah, semudah kita ngedipin mata atau narik celana dalem cewek warna pink bercorak bunga yang nyembul karena celana jin yang dipakenya kekecilan.

Gak usah mikirin mahalnya biaya dokter. Toh kita ini pemalas, ya harus ngemodal dikit dong. Lagian kalo untuk karyawan kan biasanya biaya berobat bisa di-reimburse ke kantor. Atau, kalo mahasiswa yang duitnya pas2an, bisa coba cari klinik termurah di sekitar kos2an. Paling gak lebih dari 20ribu perak sekali berobat.

Oke, sekarang ke langkah teknisnya. Gimana caranya?

  • Begadang semalem suntuk. Efeknya adalah mata merah, kadang idung nyumbat, sedikit migrain dan kepala panas. Biar lebih dramatis, ada bagusnya juga untuk menghirup merica sebelum pergi biar bersin-bersin, dan memperbanyak produksi ingus di hidung. Begitu kita sampe ke dokter, biasanya langsung divonis : Darah rendah, flu berat, dsb. Dalam waktu singkat terbitlah surat keterangan sakit yang menyarankan kita istirahat total. Biasanya bervariasi antara 2 hari hingga seminggu. Dokter tertentu malah bisa dinego.
  • Ke dokter agak siang sekitar jam 10-11 pagi, sambil nahan jangan boker dari pagi. Bersandiwara lah seolah-olah sejak pagi ini kita udah 6 kali ke WC. Dokter bakal ngetok-ngetok perut, denger2 dari balik teleskop (atau stetoskop? atau mikroskop? yah, semacam itulah. hihihi). Jangan lupa untuk membual bahwa kemaren malem kita baru makan rujak yang pedesnya tiada dua, atau abis makan sayur basi di kenduri di rumah Pak RT. Dokter akan segera memvonis : Diare, atau penyakit perut/pencernaan lainnya. Minimal 3 hari kita dapet izin untuk beristirahat di rumah.
  • Gak sempet begadang, dan udah terlanjur boker di pagi hari? Tenang, masih banyak jalan lain menuju Roma. Datanglah ke dokter. Pasang tampang memelas. Bilang kita udah 3 hari gak enak badan. Bilang juga, barusan kita abis minum Neozep dan Panadol jadi badan udah kerasa agak lumayan, tapi masih lemes. Dokter, meskipun pas ngecek fisik kita gak menemukan gangguan penyakit apapun, umumnya tetep menyarankan kita istirahat total beberapa hari. Vonisnya : Flu berat.

Tambahan, jangan kaget kalo nanti kita nerima resep dari sang dokter. Kadang resepnya brutal banget. Kemungkinan ada antibiotik, atau obat yang cukup keras, bisa secara “iseng” tertulis di resep itu. Tenang. Kita yang tau kondisi badan kita. Kalo kita emang pura-pura sakit, ya gak usah ketakutan ngeliat resep itu.

Untuk mahasiswa kere, resep itu bisa segera dicampakkan ke tempat sampah terdekat. Bagi karyawan yang biaya pengobatannya ditanggung kantor, gak ada salahnya untuk menebus resep itu. Toh dibayar kantor ini. Sekalian biar semakin “ngeyakinin” pihak kantor bahwa kita beneran sakit. Kalo obatnya udah ada, ya buang aja, jangan sekali2 dimakan! Ntar jadi beneran sakit, ya salah anda sendiri itu mah.

ps. Sekali lagi, ini adalah Solusi SESAT yang sangat SESAT. Jangan pernah dipraktekkan atau diamalkan kalo anda bukan orang SESAT. *siap-siap dimusuhin para dokter, klinik, rumah sakit, dan apotek-apotek terkait*.

Related posts:

  1. Indahnya Difitnah
  2. Fenomena Artis di Politik
  3. Pulau Untuk Hadiah Ulang Taun
  4. Gw Waras Dooong
  5. Bingung Mo Kencing di Mall Dan Gedung Modern… Modern Kok Jorok?